JIWA, HATI BERSIH DAN AKHLAKMU

Setibanya aku di pintu

serangkaian kalimat indah sejak berpekan waktu telah ku lafalkan

berpencar jatuh, hilang kata-kata diantara hembusan anginImage

kaki pun enggan menapaki masuk ke ruang sunyimu

tiba-tiba senyum yang kau sunggingkan berwarna blau

jiwa yang mestinya indah dan hati bersih itu pudar seketika

dan bait-bait puitis yang berlembar-lembar kau baca

yang kau rangkai dalam sebuah drama kehidupan nyata

sudah bukan lagi tentang mereka yang selama ini

kau jeritkan kekecewaan dan penderitaannya

tapi dirimu lah kini sosok hitam yang menikam

diam-diam bersembunyi di balik kata-kata

diam-diam marah pada kegelapan

ternyata dirimulah yang sebenarnya memadamkan

lentera yang berada di dada mereka

tikamanmu dalam kegelapan sudah menipu sebagian

dan sebagian lagi tersentak tersadar…terbangun

dan sebagian lagi dari dulu mengamatimu dari tempat

yang terang benderang, membaca gerak bibirmu ketika berpuisi

mengamati ayunan tanganmu ketika menari…

mereka mengamati jiwa dan hati bersihmu

yang mestinya bersanding selalu dengan akhlakmu

di tiap-tiap hati yang menunggu waktu, kau adalah guru

di tiap-tiap jiwa yang merindu, kau adalah ayah sekaligus ibu

di tiap-tiap mimpi, kau adalah jalan menuju harapan

lalu segalanya kini hilang tujuan, buyar, robek, musnah

meninggalkan darah membeku di hati, 

darah yang mengalir menjadi air mata

air mata yang akan kering tinggalkan luka

 demikian lah akhirnya jiwa dan hati

mengering kehabisan airmata…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s