Pada Akhirnya

Aku cuma mengusung ketenangan hati ketika menghampiri dan coba mengambil sudut kerlingmu.Biasanya aku selalu akan susah menghentikan pandanganku ke arahmu ketika kau berikan senyum – yang lengkungnya saja sudah menggelegar di pedalaman jantungku, lalu aku akan serba salah apakah akan memaksa diri mengalihkan pandang ke arah lain atau menghujamkan lurus-lurus ke arahmu sementara ketenangan hati ini porak-poranda diterjang kegelisahan yang tadinya sudah ku berangus di ujung lainnya.

Tiba-tiba aku lupa hendak mengusung apa untuk ku persembahkan…ah dimana tadi aku menaruhnya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s